Mengeja Rasa

Hatiku bergemuruh seakan ingin meledak, hingga tangisku nyaris pecah…
Cemburu menyeruak… menyebar ke seluruh penjuru ruang di hati

Namun…
Ku hanya bungkam, menahan segala gejolak yang hadir
Mencoba mengeja rasa perih dan cemburu yang saat ini melanda…

Dalam hati yang masih bergemuruh…
Begitu banyak pertanyaan di hatiku…
Apa hak’ku untuk cemburu padanya?
Kenapa ku merasakan perih dan sakit saat ia… bersama dg perempuan lain?
Apa hak’ku, sedang sekarang aku bukanlah siapa-siapa?
Namun… salahkah rasaku?

Iklan

Berjuang Menyembuhkan dan Mendamaikan Hati

Memang benar saat ini hatiku tinggal Separuh, namun aku tak’kan merapuh…

Memang benar saat ini aku sedang hancur, namun aku tak’kan membiarkan lara membutku lebur…

Memang benar saat ini luka dan lara sedang menjajah hati dan jiwa, namun tak’kan kubiarkan diriku termamah kehancuran…

Aku akan bangkit…

Merakit, segala harapan dan masa depan meskipun harus kurasakan perih dan sakit

Sembilan

Kurangkai deretan kata menjadi syair yang penuh makna,

Ditanggal sembilan yang kau lupa, mengguris pengharapanku

Sekelebat sendu dan pilu menggoreskan pedangnya pada hatiku, mengalirkan darah derita yang membekap dada

Dalam remang malam yang berselimut sendu, ku coba hadirkan nada-nada merdu nan syahdu agar hatiku tak lagi layu oleh kejamnya memori yang melupa…

Purnama, Jumpa, dan Bahagia

Bagaimana aku harus mengungkapkan kebahagiaan ini. Entahlah… yang jelas saat ini aku sangat bahagia. Untuk itu lebih baik kebahagiaan ini aku tuangkan ke dalam sebuah wadah yang indah ini (WordPress). Wadah yang mempertemukan saya dengan orang-orang yang luar biasa bagi saya. Iya hari ini adalah moment yang luar biasa, dapat berjumpa dengan sahabat sekaligus senior di WordPress (Bang Ical) di hari purnama yang melengkapi kebahagiaan itu sendiri. Suatu perjumpaan yang tak disangka sangka akhirnya kami (unock, kinancikadanlestari) dapat bertemu dengan Bang Ical. Terima kasih bang sudah berkunjung kesini (Padepokan Dhammadipa Arama) semoga lain waktu bisa berkunjung kembali, dan juga untuk teman-teman wordpress lainnya semoga dapat berkunjung ke tempat ini.

Kuhias bahagia dengan pancaran purnama

Ku simpan pendar-pendar keindahannya dalam relung jiwa,

Ku lukis moment indah ini dengan tinta keindahan dan kuas persahabatan yang bertangkaikan ketulusan,

Agar pertemuan yang sangat bersahabat ini, menjadi lukisan yang indah dan berharga dalam sanubari

#Dalam lingkup kebahagiaan_di Hari Purnama#

Kota Batu, 06-08-2017

Isyarat dalam Sunyi

Kupejamkan mataku pada denting waktu yang membawa pada temu dan luruhnya rindu

Kuhembuskan nafasku menuju khayalku, bersama kelopak kelopak kenanganku…

Ku lontarkan pada langit malam,,, perihal rinduku pada senja dan jingga yang selalu membawa bahagia melalui ronanya

Hingga netra enggan tuk terpejam dan mengalihkan pandangan dari indah taburan cahayanya…

Namun malam ini… Ku ingin menyesap sunyi, melelehkan prasangka hingga ia tak menjadi racun dalam teduhnya jiwa

Wahai netra tetaplah terpejam, karna dalam jeda waktuku… Ku ingin merajah bahagia yang terbalut rindu, dengan keteduhan jiwa dalam sunyi

Biarlah ku sambut setiap rasa yang menyapa jiwa, hingga rindu yang penuh pilu menjadi rindu yang bertabur cahaya cinta yang mempesona seperti hal-nya rona jingga yang memanjakan netra…

Bait Malamku

Pada malam yang terbalut oleh semilir pawana yang membawa gigil pada raga, ku lafazkan rona cinta pada sang waktu, agar hariku tak selalu kelu…

Pada hening yang menguasai suasana malam nan gulita, kusenandungkan syair-syair doa nan merdu, agar gundah dan gelisah tak lagi sering bertamu di hatiku

Pada langit yang menampilkan gemerlap cahaya bintang gemintang, kusebut namamu penuh cinta dan tulus’ku, agar jalan cinta kita selalu indah dan penuh cahaya kasih sayang

#Dalam_balutan_dingin_Kota Batu#

#Di Bawah langit Harapan#

Bodo Amat!!!

Hal ter’aneh adalah ketika menjumpai suatu peristiwa yang ibaratnya tidak ada mendung, tidak ada angin tiba-tiba hujan, tidak ada asap tapi tau-tau muncul api. Begitulah yang kami (Kinan, Buyong, Bebeb) alami kemarin hingga hari ini bahkan sampai detik ini. Niat baik ingin menyapa dengan sedikit candaan malah tidak sahutin malah direspon dengan ekspresi wajah yang wauw…daebak sangat tidak enak di lihat. Jadi ceritanya kami menjadi korban seseorang tanpa adanya suatu sebab. Jika memang nggak suka dengan kata-kata kami dan juga sikap kami ya… tinggal ngomong apa susahnya, jadi kami bisa minta maaf. Tidak hanya sekali dua kali orang tersebut bersikap seperti ini tetapi berkali-kali. Ya orang seperti ini adalah jenis orang suneh (suka aneh) menurut saya.

Hal lain yang membuat lebih lelah lagi adalah saat saya sudah merapikan barang-barangnya, lalu sama dia dibongkar lagi dan langsung ditaro gudang “hello… Kemarin-kemarin kemana, kalau emang mau naro di gudang kenapa harus nunggu dirapikan orang lain dulu lalu dibongkar lagi dan baru ditaro”, atau emang gak suka kalau barang-barangnya dirapikan. Bener-bener susah menghadapi orang seperti itu. Jalan keluar satu-satunya adalah mencoba untuk bersikap CUEK dan BODO AMAT.

Aku menulis tulisan ini hanya untuk menyalurkan emosi yang sudah tak bisa aku bendung dan tahan lagi dalam hati. Mengalihkan cara yang mungkin akan terkesan SADIS jika terlontar secara langsung dan mungkin akan ada kata-kata yang kurang sopan untuk itu saya mengalihkannya dengan cara seperti, mengungkapkan lelah hati ke dalam bentuk tulisan.

Saya menulis tulisan ini juga untuk berjaga-jaga, jika sewaktu-waktu saya diprotes oleh orang yang saya sayang mengenai perbedaan sikap saya terhadap orang yang bersangkutan. Jadi saya tinggal meminta ia untuk membaca tulisan ini, karena orang yang menjadi topik dalam tulisan saya ini mempunyai hubungan keluarga dengan orang yang sangat saya sayangi.

#semoga jika kamu membaca tulisan saya ini tidak langsung menyalahkan sikap yang saya ambil dan juga membela dia terus menerus. Semoga kamu mau melihat kebenaran yang ada#

#Berusaha untuk lebih cuek dan bodo amat menghadapi sikap dan sifat kekanak-kanakan yang seperti itu#

#Dalam_zona_panas_antara_emosi_dan_rasa_lelah#